Proses Putaway Barang dalam Manajemen Gudang

Ada beberapa proses putaway barang di gudang yang sebagian besar orang jarang mengetahuinya. Pengertian putaway sendiri ialah suatu aktivitas saat barang sudah sampai di gudang.

Lalu dilakukan pengecekan dokumen dari barang yang dikirim tersebut. Selanjutnya penempatan di dalam gudang sesuai dengan ketersediaan tempat yang ada di sana, itulah definisi dari putaway.

Putaway bisa juga dikatakan sebagai tahap akhir dalam urutan barang masuk atau inbound. Penempatan ke masing-masing tempat atau rak ini dilakukan saat tim gudang selesai melakukan tahap penerimaan.


Berikut Ini Proses Putaway Barang

Seperti telah dibahas sebelumnya, putaway ini merupakan salah satu proses yang perlu diperhatikan di dalam manajemen gudang. Berikut ini adalah beberapa proses dari putaway barang di gudang, mulai dari :

1.     Melakukan pencatatan data seakurat mungkin

Proses putaway barang yang pertama adalah melakukan pencatatan data seakurat mungkin. Data yang dimaksud di sini ialah data stock barang yang keluar masuk serta sisa stock barang di gudang.

Proses pencatatan ini bisa dibantu program pendukung agar lebih akurat. Dengan melakukan pencatatan, perusahaan bisa mengetahui data penjualan pada periode sebelumnya. Serta bisa menentukan strategi pemasaran produk pada periode sekarang.

Proses pencatatan data dilakukan setelah staf menerima barang dari luar. Sebenarnya tidak hanya barang masuk saja, namun juga yang sudah keluar dan sisa stock di gudang.

2.     Menentukan perencanaan persediaan

Proses putaway barang berikutnya ialah menentukan perencanaan persediaan. Dengan tersedianya pencatatan data secara akurat mengenai stock di dalam gudang. Perusahaan akan bisa memperkirakan berapa stock yang nanti akan ditambahkan.

Serta berguna untuk mengantisipasi adanya kekurangan stock yang dipesan oleh pembeli. Selain itu, perusahaan juga bisa melihat apa yang masih perlu ditambahkan stocknya. Berdasarkan banyaknya barang yang dipesan.

3.     Menentukan jadwal pembelian persediaan barang

Berikutnya perusahaan akan menentukan dan juga membuat jadwal mengenai pembelian barang kepada supplier. Serta menentukan jadwal penjualan kepada customer agar pengelolaan stock barang lebih terkendali.

4.     Melakukan pengecekan sebelum disimpan

Proses putaway barang selanjutnya adalah melakukan pengecekan barang sebelum disimpan ke dalam rak. Pengecekan bisa dilakukan sebelum pemberian kode, agar bisa mengetahui apakah ada barang yang mengalami kecacatan.

Serta apakah ada barang yang salah produksi, rusak atau terjadi kesalahan lain. Apabila ada, biasanya barangnya akan dikembalikan lagi kepada supplier. Maka dari itu perlu dilakukan pengecekan sebelum disimpan.

5.     Melakukan pemberian kode pada setiap barang

Proses berikutnya adalah memberikan kode pada setiap barang. Hal tersebut akan membantu dalam proses penjualan barang dan juga mempercepat proses pengemasan serta pencarian barang apabila dibutuhkan.

6.     Pisahkan stock lama dengan stock baru

Proses putaway barang selanjutnya adalah memisahkan stock lama dengan stock baru. Tujuannya agar memudahkan staf mengetahui jumlah stock lama yang telah terjual dan belum terjual.

Apabila stock barang tersebut sudah kadaluwarsa, maka sebaiknya segera dikeluarkan. Atau ditempatkan di bagian paling depan dan juga harus dijual secepatnya sebelum masa kadaluwarsanya berakhir.

7.     Proses perbaikan terus menerus

Setelah semua proses tadi telah selesai dilakukan. Staf harus melakukan monitoring terhadap menejemen persediaan barang di dalam gudang serta menganalisis hasilnya. Kemudian lakukan sebuah penilaian.

Staf perlu melakukan perbaikan apabila ditemukan kekurangan atau kesalahan dalam manajemen persediaan barang dalam gudang. Agar nanti kedepannya, segala proses bisa terlaksana dengan baik dan tidak terjadi kesalahan lagi.

Dalam sistem penempatan barang di dalam gudang, ada beberapa proses yang perlu dilewati. Dan proses putaway barang tersebut harus dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan.


Mengetahui Tentang Proses Penerimaan Barang di Gudang