Mengenal Deadstock adalah, Dampak dan Cara Menghindarinya

Deadstock adalah suatu kondisi di mana barang persediaan di gudang tidak bisa lagi dijual karena rusak, cacat, atau usang. Sebelum ini terjadi perusahaan bisa melakukan berbagai upaya untuk menghindarinya.

Mengendalikan persediaan barang di gudang merupakan pekerjaan penting. Jika sampai terjadi deadstock, maka dampaknya bisa sangat merugikan. Berikut dampak yang perlu dipahami dari terjadinya deadstock dan cara menghindarinya.

Dampak Terjadinya DeadStock Adalah

Pengelolaan stok di gudang harus seefektif dan seefisien mungkin. Sebab jika sampai deadstock terjadi akan membawa sejumlah dampak negatif pada bisnis. Beberapa dampak tersebut adalah sebagai berikut.

1.     Potensi Pendapatan Berkurang

Dampak deadstock adalah potensi pendapatan berkurang atau hilang. Pengadaan barang adalah investasi yang hanya mendatangkan keuntungan ketika berhasil dijual. Apabila tidak dapat terjual tentu peluang keuntungan akan hilang.

2.     Peningkatan Biaya Holding

Biaya holding atau inventory carrying cost, atau biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan produk otomatis meningkat. Biaya holding mencakup gudang, tenaga kerja, dan asuransi. Semakin banyak barang deadstock, maka biaya holding akan meningkat.

3.     Perusahaan Kehilangan Opportunity

Fokus pada potensi keuntungan semakin menurun. Perusahaan akan kehilangan opportunity dalam hal lain karena tenaga kerja dan waktu banyak tersita untuk mengatasi masalah inventory.

4.     Mempersempit Ruang Inventory

Dampak lain dari deadstock adalah tersitanya ruang inventory dalam jumlah lebih banyak. Rak yang seharusnya bisa dipakai untuk produk fast moving justru dipenuhi barang-barang tidak terjual.

Cara Menghindari Terjadinya Deadstock

Begitu fatalnya dampak yang ditimbulkan dari deadstock, maka tiap perusahaan harus melakukan berbagai langkah antisipasi. Berikut beberapa cara efektif untuk menghindari penumpukan barang tidak terjual di dalam gudang.

1.     Peningkatan Akurasi

Cara pertama adalah menerapkan strategi peningkatan akurasi perencanaan. Misalnya menganalisis history pesanan, memadukan data perekonomian, dan melacak aktivitas bisnis kompetitor.

2.     Melakukan Analisis Produk

Analisa untuk mengidentifikasi mana produk berkinerja baik dan buruk. Semakin cepat perusahaan mendapatkan hasil analisa, makin cepat menentukan langkah terbaik untuk penjualannya agar barang tidak ada yang menumpuk.

3.     Evaluasi Penjualan

Jika penyebabnya adalah penurunan performa penjualan, maka harus segera dievaluasi. Diantaranya melalui penyesuaian harga agar sebisa mungkin terjangkau bagi konsumen serta merevisi strategi manajemen inventori.

Setiap bisnis akan dihadapkan dengan risiko barang tidak terjual. Sebelum kerugian terjadi, maka perlu pengelolaan persediaan yang baik. Sebab deadstock adalah konsekuensi terbesar dari kegagalan sistem inventori tersebut.


di dalam Odoo
Mengenal Inventory Management Adalah beserta Manfaatnya