KPI landasan sistem logistik termasuk dalam hal manajemen dalam bidang ini. Dengan adanya KPI dalam bidang logistik ini berguna dalam melakukan prosedur perbaikan untuk menjadikan kinerja perusahaan lebih efektif fan efisien.
Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu memerlukan data yang dijadikan sebagai landasan kinerja perusahaan. Adapun landasan tersebut disebut sebagai Key Performance Indicator (KPI).
KPI ini dinilai sangat penting bagi sebuah perusahaan. Dengan penggunaan indikatornya akan mengetahui dengan mudah kinerja perusahaan. Tidak ketinggalan digunakan KPI landasan sistem logistik yang menjadikan perusahaan lebih memiliki etos kerja.

Jenis KPI Landasan Sistem Logistik
Menjalankan sebuah bisnis tentu memerlukan solusi pada saat mendapatkan kendala dalam prosesnya. Dengan adanya KPI dapat menjawab dan menjadi solusi untuk perusahaan agar dapat melakukan perbaikan untuk mencapai targetnya.
1. Utilisasi Truk
Utilisasi truk akan memberikan gambaran mengenai tingkat efektifitas dari tim gudang. Pada dasarnya setiap truk yang tidak termasuk dalam utilisasi maka aka nada biaya yang harus dibayarkan sebagai bagian KPI landasan sistem logistik.
Untuk menentukan indicator ini data didapatkan dari perbandingan muatan, berat dan volume barang dengan daya tampung truk. Jika tingkat utilisasi truk memiliki presentase tinggi maka akan semakin bagus load plan dilaksanakan.
Adapun manfaat dari utilisasi truk adalah untuk memahami performa utilisasi per sitenya dan per destinasinya. Selain itu, untuk memahami frekuensi shipmen pada kapasitas minimum pengiriman.
2. Pengiriman Tepat Waktu
KPI landasan sistem logistik selanjutnya adalah mengenai pengiriman tepat waktu sampai ke tangan konsumen. pemilik barang harus memiliki rencana mengenai estimasi waktu sampainya barang ke penerimanya.
Dalam sistem ini terdapat sistem dokumen PO dengan jangka waktu tertentu. Pada saat terjadi keterlambatan pengiriman, maka dokumen ini akan kadaluwarsa. Sehingga, pengiriman dapat dibatalkan jika melewati waktu yang ditentukan.
Dengan adanya kendala keterlambatan pengiriman tentu akan mengakibatkan proses muatan secara keseluruhan. Untuk itu, memonitor indikator yang harus memastikan proses tetap sesuai rencana awal.
3. Pengantaran
Dalam bidang logistik, kepuasan pelanggan harus menjadi hal utama. Untuk itu, KPI landasan sistem logistik mengenai waktu pengantaran harus menjadi perhatian besar. Saat terjadi keterlambatan maka akan mempengaruhi tingkat kepercayaan pelanggan kepada perusahaan.
Setiap perusahaan perlu melakukan perbaikan mengenai keterlambatan jika terjadi. Adapun beberapa hal yang bisa menyebabkan keterlambatan adalah waktu pengiriman, transportasi dan force majeure.
4. Biaya
Pembiayaan dalam logistik adalah indicator yang menjadi perhatian. Perusahaan harus mampu melakukan analisis mengenai pembiayaan yang dilakukan. Apakah biaya yang dikeluarkan telah efisien dan efektif untuk perusahaan.
5. Penyedia Armada Transportasi
KPI landasan sistem logistik berikutnya adalah penyedia armada transportasi. Perusahaan dapat melakukan analisis mengenai penyedia transportasi berapa banyak yang menerima dan berapa yang menolak kerja sama.
Dengan mengetahui hal tersebut, pihak perusahaan mampu mengevaluasi bisnisnya dan dapat memilih mitra yang diajak kerja sama. Selain itu, perhatikan juga lamanya konfirmasi sebuah penyedia atau shipment transportasi.
6. Performa Transportasi
Selanjutnya untuk mencapai KPI ideal adalah memastikan penyedia transportasi yang diajak bekerja sama dapat memenuhi persyaratan. Dengan ini, maka konsumen akan merasa percaya dan berdampak baik pada pemilik perusahaan logistik tersebut. Adapun faktor untuk menentukan performa penyedia transportasi seperti pengiriman tepat waktu, pelayanan dan sebagainya.
Memiliki standar KPI untuk perusahaan adalah hal yang perlu diperhatikan untuk memajukan perusahaan. Tidak ketinggalan dalam bidang logistik, indicator ini harus dicapai. Dengan menerapkan KPI landasan sistem logistik di atas akan membantu perkembangan perusahaan.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Odoo ERP
Odoo Community adalah versi open-source gratis dengan fitur dasar yang cukup lengkap untuk bisnis kecil menengah. Odoo Enterprise adalah versi berbayar (per user per bulan) yang menyediakan fitur tambahan seperti mobile app yang lebih lengkap, Studio (no-code customizer), IoT integration, Odoo.sh hosting, dan akses ke semua update resmi. Untuk bisnis menengah ke atas di Indonesia, Odoo Enterprise umumnya lebih direkomendasikan karena dukungan resmi dan fitur yang jauh lebih lengkap.
Ya, Odoo dapat diintegrasikan dengan marketplace populer di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Blibli melalui konektor third-party yang tersedia di Odoo Apps Store. Integrasi ini memungkinkan sinkronisasi produk, stok, dan pesanan secara otomatis antara marketplace dan sistem Odoo Anda. Sebagai Odoo Partner, Digisolf memiliki pengalaman membantu klien mengintegrasikan Odoo dengan berbagai platform e-commerce di Indonesia.
Odoo ERP dilengkapi dengan modul pajak yang sudah dikonfigurasi untuk kebutuhan Indonesia: PPN 11% (termasuk PPN DPP Nilai Lain), PPh Pasal 21, 22, 23, 25, dan 29, pembuatan Faktur Pajak elektronik (e-Faktur) yang dapat diekspor ke format CSV untuk upload ke aplikasi e-Faktur DJP, serta laporan SPT Masa PPN. Dengan Odoo, proses pelaporan pajak bulanan menjadi jauh lebih efisien dan akurat.
KPI Sistem Logistik: Mengapa Pengukuran yang Tepat Mengubah Segalanya?
Yang tidak diukur tidak bisa dikelola — dan dalam logistik, setiap detik keterlambatan dan setiap persen inakurasi langsung berdampak ke profitabilitas.
Perusahaan logistik top performer menggunakan 8+ KPI operasional yang di-monitor secara real-time
Penghematan rata-rata per tahun setelah optimasi berbasis data KPI untuk perusahaan distribusi menengah
Lebih cepat identifikasi dan resolusi masalah operasional dengan real-time KPI dashboard
Rata-rata waktu untuk melihat improvement signifikan setelah implementasi KPI monitoring sistematis
Jenis-Jenis KPI Logistik yang Komprehensif: Panduan Lengkap
On-Time Delivery Rate
% pengiriman yang sampai sesuai atau sebelum tanggal yang dijanjikan ke customer.
Target: >95%Formula: (Pengiriman tepat waktu / Total pengiriman) × 100%
Freight Cost per Unit
Biaya pengiriman rata-rata per unit atau per kilogram yang dikirim. KPI ini membantu identifikasi inefisiensi rute dan carrier.
Monitor: BulananBandingkan antar carrier dan rute untuk negosiasi tarif
Truck Utilization Rate
% kapasitas truk yang terisi saat pengiriman. Truk setengah kosong adalah biaya tersembunyi yang besar.
Target: >80%Formula: (Muatan aktual / Kapasitas maksimum) × 100%
Delivery Error Rate
% pengiriman yang salah alamat, salah produk, atau kurang quantity. Berdampak langsung ke biaya retur dan kepuasan pelanggan.
Target: <0.5%Setiap error = biaya retur + penanganan ulang + reputasi
Claims & Damage Rate
% pengiriman yang mengalami kerusakan atau klaim dari customer. Indikator kualitas handling dan packaging.
Target: <1%Tinggi = evaluasi packaging SOP dan carrier performance
Lead Time Supplier
Rata-rata waktu dari PO dikirim ke supplier hingga barang diterima di gudang. Kritis untuk safety stock planning.
Track per supplierGunakan untuk reorder point dan safety stock calculation
Fill Rate (Order Fill Rate)
% item yang bisa dipenuhi dari stok tersedia saat order diterima. Fill rate rendah = sering stockout.
Target: >97%Formula: (Quantity terpenuhi / Quantity dipesan) × 100%
Inventory Turnover
Berapa kali stok habis dan diisi ulang dalam setahun. Turnover tinggi = modal tidak tertahan lama di gudang.
Benchmark: 6–12×/tahunFormula: COGS / Rata-rata nilai inventaris
Backorder Rate
% order yang tidak bisa dipenuhi langsung karena stok habis dan harus ditunda (backorder). Berdampak ke customer satisfaction.
Target: <3%Tinggi = demand forecasting perlu diperbaiki
Inventory Accuracy
Kecocokan antara data stok di sistem dengan jumlah fisik di gudang. Fondasi dari semua proses bisnis yang akurat.
Target: >98%Di bawah 95% = ada masalah proses serius
Carrying Cost of Inventory
Total biaya menyimpan inventaris per tahun: bunga modal, biaya gudang, asuransi, kerusakan, dan kadaluarsa. Biasanya 20–30% dari nilai stok.
Target: <25%/tahunJustifikasi utama untuk inventory optimization
Shrinkage Rate
Selisih antara stok yang seharusnya ada dengan stok fisik, mencakup pencurian, kerusakan, dan kesalahan administrasi.
Target: <1%Retail Indonesia rata-rata 2–3%, sangat bisa ditekan dengan WMS
CSAT (Customer Satisfaction Score)
Skor kepuasan pelanggan dari survei pasca-pengiriman. Komponen utama: ketepatan waktu, kondisi produk, akurasi order.
Target: >4.5/5.0Return Rate
% produk yang dikembalikan customer karena salah kirim, rusak, atau tidak sesuai. Setiap retur memiliki biaya yang signifikan.
Target: <3%Complaint Resolution Time
Rata-rata waktu dari komplain masuk hingga resolved. Customer yang complain cepat ditangani lebih loyal dari yang tidak pernah complain.
Target: <24 jamFAQ: KPI Sistem Logistik
Monitor Semua KPI Logistik Anda dengan Odoo ERP Real-Time
DigiSolf implementasikan dashboard KPI logistik yang komprehensif — dari on-time delivery hingga inventory carrying cost, semua termonitor otomatis.
Setup KPI Dashboard Pelajari WMS Odoo