Skip ke Konten

Pentingnya Proses Packing Warehouse Sebelum Pengiriman

Memperhatikan proses packing warehouse sebelum melakukan pengiriman barang sangat penting untuk dilakukan. Pabrik produksi akan mengirikan berbagai kebutuhan masyarakat ke toko, supermarket, pasar, dan lainnya.

Sebelum proses pengiriman ini, pengemasan perlu dilakukan dengan sebaik mungkin agar hasil produksi sampai ke pasar dengan keadaan baik dan masih layak dibeli. Sebab tidak jarang barang rusak ketika perjalanan karena kesalahan dalam mengemas.

Setiap barang memiliki karakteristik sendiri sehingga cara pengemasannya juga pasti akan berbeda. Oleh sebab itulah, proses ini memiliki persyaratan tersendiri agar sesuai standard sehingga kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.


Ketahui Pentingnya Proses Packing Warehouse

Proses packing di warehouse adalah pembuatan tempat sesuai dengan kebutuhan barang yang akan dikirim dari gudang penyimpanan ke konsumen. Pengemasan sendiri sangat penting dilakukan karena beberapa alasan.

Pertama adalah untuk mencegah adanya kerusakan seperti pecah, mengalami kebocoran, dan lain sebagainya. Apalagi jika terjadi hal-hal tidak diinginkan, perusahaan dapar mengalami kerugian serta kestabilan bisnis menjadi terganggu.

Hal ini karena ketika barang yang sampai pada konsumen sudah tidak layak, maka harus dikembalikan lagi sehingga dapat diganti baru. Jika hal tersebut cukup sering terjadi, waktu dan biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak.

Selain itu, proses packing warehouse juga merupakan salah satu cara untuk menghemat biaya logistik. Apalagi pergudangan membutuhkan biaya tidak sedikit seperti untuk menyewa bangunan, listrik, dan sebagainya.

Jika proses pengemasan dilakukan dengan efisien, bahan yang dihabiskan untuk kemasan tidak akan terlalu banyak. Selain itu, bahan yang tepat untuk karakteristik barang juga dapat memastikan produk aman sampai tujuan.

Syarat dalam Proses Packing Warehouse

Selain dilakukan dengan cara yang efisien, proses packing pada warehouse juga harus memenuhi persyaratan agar sesuai dengan standard keamanan pengiriman. Berikut adalah beberapa syarat ketika mengemas barang di gudang sebelum dikirim ke konsumen.

1.     Melindungi Barang

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika mengemas hasil produksi adalah memastikan jika kemasan bisa melindungi barang. Selain untuk menghindari kerusakan, langkah ini juga mengurangi risiko pencurian selama dalam perjalanan.

Untuk lebih aman dari pencurian, pengepakkan harus dibuat dengan anti-pendodosan sehingga tidak akan terjadi hal tersebut. Selain itu dapat juga membuat kemasan tampak memiliki bekas ketika terjadi pendodosan sehingga bisa langsung diketahui.

2.     Jenis Kemasan

Seperti telah dijelaskan sebelumnya jika setiap barang memiliki karakteristik tersendiri sehingga penangangan pengemasan akan perbeda. Misalnya proses packing warehouse untuk produk makanan akan berbeda dengan produk lain seperti bahan-bahan bangunan.

Menurut standar operasional, hal ini merupakan poin penting untuk diperhatikan. Sebab salah dalam pengemasan juga bisa meningkatkan resiko kerusakan pada produk yang dikirim dan tidak layak lagi ketika sampai ke konsumen.

3.     Pengemasan Produk Cair

Seperti halnya produk lain yang memiliki karakteristik tersendiri, proses untuk packing warehouse juga berlaku untuk produk-produk cair. Produk-produk seperti ini sendiri biasanya dikemas dengan botol, jerigen, maupun drum.

Agar lebih aman, pengemasan harus dilakukan dengan kemasan plastik tebal di bagian luar. Selain itu, tambahan kemasan kardus juga penting sehingga produk berbentuk cair tersbut tidak banyak bergerak terutama ketika terjadi guncangan.

4.     Unitization

Proses packing warehouse juga tidak terlepas dari unitization, yaitu pengelompokan barang setelah pengemasan di gudang. Dengan pengelompokkan ini, maka proses pengiriman melalui armada dapat dilakukan secara efisien.

5.     Market Appeal

Selain perlu untuk memperhatikan keamanan serta perlindungan barang, pengemasan juga tidak jauh dari market appeal pengemasan. Market appeal sendiri adalah membuat pengepakkan lebih menarik di mata konsumen.

Pengiriman barang dari gudang menuju konsumen perlu dilakukan proses pengemasan terlebih dahulu agar sampai pada konsumen dengan aman. Oleh sebab itulah proses packing warehouse harus dilakukan sesuai dengan standard.

💡 Optimalkan operasional gudang Anda dengan solusi WMS terbaik? Digisolf menyediakan Warehouse Management System berbasis Odoo yang terintegrasi penuh — dari penerimaan barang, putaway, picking, hingga pengiriman. Sudah dipercaya ratusan perusahaan di Indonesia.

💬 Konsultasi Gratis Lihat Layanan Kami


Proses Packing: Pengertian Lengkap dalam Gudang dan Logistik

Proses packing atau proses pengemasan dalam konteks warehouse adalah serangkaian kegiatan menyiapkan dan membungkus produk yang telah di-picking agar aman dan siap untuk dikirim kepada pelanggan. Proses packing merupakan tahap kritis terakhir sebelum produk meninggalkan gudang, karena kesalahan di tahap ini berdampak langsung pada kepuasan pelanggan dan biaya retur.

8 Tahapan Proses Packing Warehouse yang Standar

Berikut alur proses packing yang baik berdasarkan standar industri logistik:

#TahapKegiatanOutput
1 Receive Picked Items Menerima barang dari area picking beserta pick list / packing slip Konfirmasi item dan jumlah sesuai order
2 Verifikasi (Check) Cek kesesuaian item, SKU, warna, ukuran vs. sales order. Scan barcode untuk validasi Item terverifikasi, tidak ada mismatch
3 Quality Inspection Periksa kondisi fisik produk: tidak cacat, tidak rusak, sesuai standar kualitas Produk lolos QC, item reject dipisah
4 Pilih Kemasan Tentukan jenis dan ukuran kemasan optimal berdasarkan dimensi dan berat produk Kemasan yang sesuai dipilih
5 Packing & Padding Masukkan produk ke kemasan, tambahkan bahan pelindung (bubble wrap, foam, air pillow) sesuai fragilitas Produk terbungkus aman
6 Insert Dokumen Masukkan invoice, packing slip, kartu garansi, atau flyer promo sesuai ketentuan Dokumentasi lengkap di dalam paket
7 Sealing & Labeling Tutup kemasan dengan tape/seal, tempel label pengiriman (nama, alamat, barcode AWB, handling marks) Paket tersegel dan berlabel lengkap
8 Sortasi & Staging Kelompokkan paket berdasarkan kurir/ekspedisi, pindahkan ke area staging outbound Paket siap handover ke kurir

Jenis Bahan Kemasan dalam Proses Packing

Jenis KemasanKeunggulanCocok untukKekurangan
Karton box Kuat, ringan, mudah di-label Elektronik, fashion, makanan kering Tidak tahan air jika tidak dilapisi
Polymailer / plastik kemasan Ringan, hemat biaya, tahan air Fashion, aksesoris, dokumen Proteksi fisik minimal untuk produk keras
Wooden crate Sangat kuat, tahan benturan berat Mesin, alat berat, furnitur besar Berat, biaya tinggi
Styrofoam / EPS box Insulasi suhu sangat baik Makanan segar, farmasi, frozen food Berat, tidak ramah lingkungan
Tube / tabung Ideal untuk produk panjang/silinder Poster, karpet, pipa, spanduk Terbatas untuk bentuk tertentu

Standar Packing yang Baik: KPI dan Benchmark Industri

KPI PackingTarget IndustriDampak jika Tidak Tercapai
Packing accuracy rate≥ 99,5%Komplain pelanggan, biaya retur tinggi
Packing speed (units/jam)60–150 unit/jam (tergantung kompleksitas)Keterlambatan pengiriman, overtime cost
Damage rate in transit< 0,5%Klaim asuransi, reputasi merek turun
Material waste rate< 5% dari total materialBiaya packing membengkak
Oversize packaging rate< 10%Volumetric charge dari kurir membengkak

Optimasi Proses Packing dengan Odoo WMS

Odoo WMS (Warehouse Management System) mengintegrasikan proses packing ke dalam alur fulfillment yang terdigitalisasi penuh:

  • 3-step operations (Pick → Pack → Ship): Odoo mendukung alur pick-pack-ship yang memisahkan proses picking dan packing sebagai tahap yang terdefinisi
  • Packing slip otomatis: Generate packing list dan delivery order secara otomatis dari sales order, tanpa entri manual
  • Putaway ke packing station: Tentukan zona packing station di Odoo dan arahkan barang picked langsung ke station yang tepat
  • Barcode scanning validasi: Operator scan barcode setiap item saat packing untuk validasi akurasi real-time — eliminasi kesalahan mismatch
  • Package configuration: Definisikan tipe kemasan (L×W×H, berat max) dan Odoo rekomendasikan kemasan optimal per order
  • Shipping label printing: Cetak label pengiriman langsung dari Odoo terintegrasi dengan kurir (JNE, JT, SiCepat, dll.)
  • Packing analytics: Monitor KPI packing (accuracy rate, units per hour) dalam dashboard real-time

FAQ: Proses Packing Warehouse

Packaging merujuk pada desain dan material kemasan produk dari perspektif merek/marketing (botol, kotak produk, label). Sedangkan packing dalam konteks gudang adalah proses operasional membungkus produk untuk pengiriman — termasuk pemilihan outer box, pelindung, dan label logistik. Dalam gudang, packing adalah proses fulfillment yang berbeda dari packaging produk itu sendiri.

Lima cara efektif: (1) Standardisasi ukuran kemasan — kurangi variasi tipe box untuk simplifikasi operasional dan negosiasi harga material; (2) Kurangi overpackaging — pilih kemasan sesuai dimensi produk, bukan selalu yang terbesar; (3) Otomasi dengan WMS — kurangi rework akibat kesalahan manual; (4) Pembelian material secara bulk untuk mendapat harga volume; (5) Monitor waste material secara berkala untuk identifikasi inefisiensi pemakaian.

Optimalkan Proses Packing dengan Odoo WMS

DigiSolf mengimplementasikan Odoo WMS dengan alur pick-pack-ship terintegrasi untuk meningkatkan akurasi packing hingga 99,9% dan mempercepat proses fulfillment Anda.

Konsultasi Implementasi Sekarang Pelajari Odoo WMS
Tech Developer 17 November 2023
Share post ini
Label
Arsip
Proses Putaway Barang dalam Manajemen Gudang
Kelola penyimpanan barang lebih cepat dan akurat dengan Warehouse Management System dari Digisolf. Pantau stok real-time tanpa repot.