Penjelasan Seputar Safety Stock Adalah dan Cara Menghitungnya

Safety stock adalah persediaan cadangan jika diartikan dalam bahasa Indonesia. Persediaan ini wajib dimiliki penjual tingkat pengecer supaya tidak kehabisan stok jika terjadi kendala pada rantai pasokan.

Jika terlambat dalam penyediaan barang tentunya pelanggan akan kecewa. Sebaliknya jika persediaan berlebihan berisiko kadaluarsa, dead stock, dan biaya penyimpanan tinggi. Perhitungannya harus tepat supaya tidak kurang atau berlebihan, berikut cara menghitungnya.

Safety Stock Adalah Persediaan Ekstra

Safety stock atau buffer stock adalah persediaan ekstra sebagai pengaman jika terjadi fluktuasi permintaan dan ketidakpastian rantai pasokan. Setiap pebisnis harus memiliki sejumlah cadangan agar selalu bisa memenuhi permintaan pelanggan.

Safety stock adalah praktik terbaik manajemen persediaan yang berhubungan dengan inventori. Bisnis apapun pasti memilikinya yaitu inventori bahan mentah, manufaktur, dan barang konsumsi.

Menghitung stock dengan akurat sangat penting dilakukan untuk semua bisnis. Sebab bisnis paling inovatif sekalipun akan sulit memprediksi tren konsumen, keinginan pelanggan serta hal-hal berkaitan rantai pasokan.

Selama persediaan cadangan aman, bisnis akan berjalan lancar dan mampu tetap bersaing dengan kompetitor. Perusahaan mendapatkan kepastian dalam kondisi darurat selanjutnya bisa menyediakan permintaan pelanggan dengan optimal.

Cara Hitung Safety Stock yang Sederhana

Mengingat pentingnya persediaan cadangan, setiap pebisnis harus bisa melakukan penghitungan dengan tepat. Berikut 3 metode paling umum yang sering dipakai perusahaan untuk menghitung persediaan.

1.     Rumus Dasar

Safety stock adalah = (penjualan maksimal per hari x lead time) – (penjualan rata-rata x lead time rata-rata). Rumus ini efektif untuk skenario rata-rata, tidak untuk fluktuasi perubahan permintaan musiman.

2.     Persediaan Cadangan Tetap

Rumusnya adalah = jumlah hari x penjualan maksimum. Misalnya, untuk menyimpan persediaan cadangan satu barang selama 2 minggu, penjualan harian rata-ratanya 10, penjualan harian maksimumnya 17, maka safety stocknya antara 140 dan 238.

3.     Rumus Heizer dan Render

Rumusnya adalah skor Z x standar deviasi lead time (σLT). Skor Z adalah faktor layanan —jumlah standar deviasi di atas rata-rata permintaan yang dibutuhkan agar tidak kehabisan stok.

Metode lainnya adalah Metode Greasley, Economic Order Quantity serta perhitungan berbasis waktu. Semuanya menghasilkan kesimpulan bahwa safety stock adalah kebutuhan perusahaan yang berkaitan dengan jaminan pemenuhan permintaan konsumen.


in Odoo
4 Cara Menghitung Harga Pokok Produksi Makanan