Ada beberapa jenis material handling yang perlu Anda ketahui. Mungkin sebagian orang belum familiar dengan material handling. Perlu diketahui, di dunia logistik dan juga pengiriman barang, ada beberapa peralatan yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan.
Perlatan itulah yang dimaksud dengan material handling atau alat pemindah muatan. Fungsinya tidak hanya untuk mempermudah pekerjaan saja, namun alat-alat tersebut juga bisa mempercepat proses pengangkutan dan pengiriman barang.
Serta menjaga terjaminnya keamanan dari barang tersebut. Ada berbagai jenis alat pemindah muatan yang perlu diketahui, mulai dari alat untuk mengangkat barang mudah dijangkau hingga sulit dijangkau.

Beberapa Jenis Material Handling Berikut
Seperti telah dibahas sebelumnya, di dunia logistik terdapat alat pemindah muatan untuk mempermudah pekerjaan operator. Alat pemidah muatan tersebut terdiri dari berbagai jenis, antara lain sebagai berikut :
1. Hand Stacker
Pertama ada Hand Stacker, di perusahaan sendiri alat ini digunakan untuk memindahkan dan mengangkat beban. Baik memindahkan dari truck atau menata di atas rak-rak dengan ketinggian yang sulit dijangkau.
Agar lebih mudah dijangkau, efisien dan juga hemat waktu dengan sistem kerja hidrolik. Jenis material handling satu ini bisa berfungsi dengan baik jika digunakan di tempat yang halus.
Hand Stacker mempunyai beberapa jenis roda yang bisa disesuaikan dengan tempat pengangkutan. Menggunakan cara kerja hidrolik yang dijalankan menggunakan pompaan secara manual maupun elektrik, ketika pengangkatan garpu.
2. Hand Pallet
Jenis material handling berikutnya adalah Hand Pallet, paling murah, mudah digunakan dan juga simple cara kerjanya. Hand Pallet merupakan alat untuk memindahkan barang-barang yang lebih mudah, hemat waktu dan efisien.
Alat ini berupa truck kecil dengan 1 buah kemudi di belakang, 2 garpu untuk mengangkut barang serta 4 roda kecil. Dengan adanya roda, bisa mengurangi beban saat mendorong Hand Pallet.
3. Drum Handler
Drum Handler adalah alat angkat khusus yang digunakan dalam kegiatan penataan drum. Mempunyai daya cengkram kuat, jadi mampu mengangkat serta memindahkan drum plastik maupun baja berkapasitas besar dengan tenaga hydraulis.
Jenis material handling satu ini bisa dioprasikan dengan mudah, aman dan drum dapat diputar 360° untuk membantu saat proses penuangan. Sangat pas apabila digunakan pada ruangan indoor ataupun outdoor.
Dengan roda kemudi yang fleksibel untuk dipindahkan. Drum Handler mempunyai kapasitas beban maksimal 350 kg. Serta mempunyai daya angkat hingga 1,4 meter. Penggunaan Drum Handler penting untuk menunjang produktifitas kerja.
4. Forklift
Forklift digunakan sebagai alat angkut dalam pemindahan barang berkapasitas besar, baik di tempat indoor maupun outdoor. Termasuk juga dalam kegiatan bongkar muat barang di gudang, pabrik, supermarket, pelabuhan dan lain-lain.
Forklift dijalankan secara electric untuk bisa menaik turunkan beban dan juga bernauver dengan jarak cukup jauh. Operator cukup duduk di atas cab operator yang sudah disediakan untuk bisa mengoprasikan Forklift.
5. Lifting Scissors
Jenis material handling selanjutnya adalah Lifting Scissors, berfungsi untuk menjangkau ketinggian yang sulit dijangkau manual. Bersistem hydraulic dan dioprasikan secara full electric dengan standard keamanan tinggi pada semua platformnya.
Hal tersebut memungkinkan operator untuk bisa dengan mudah menyelesaikan segala kegiatan oprasional di ketinggian. Antara lain seperti pembenahan atap, renovasi, instalasi kaca gedung dan lain-lain.
6. Crane
Crane merupakan alat pengangkut yang terbesar dibandingkan dengan beberapa alat sebelumnya. Crane biasa digunakan di gudang untuk memudahkan pengangkatan serta pemindahan barang-barang berat yang tidak bisa diangkat perangkat lain.
Crane mempunyai bentuk dan kemampuan angkat yang besar serta mampu berputar hingga 360° dengan jangkauan puluhan meter. Crane ini biasanya dipakai dalam pekerjaan perbengkelan, proyek, pelabuhan dan lain-lain.
Mengangkat barang dengan material heading ini memang lebih praktis, aman dan juga efektif. Apalagi ada berbagai jenis material handling yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Odoo ERP
Odoo Community adalah versi open-source gratis dengan fitur dasar yang cukup lengkap untuk bisnis kecil menengah. Odoo Enterprise adalah versi berbayar (per user per bulan) yang menyediakan fitur tambahan seperti mobile app yang lebih lengkap, Studio (no-code customizer), IoT integration, Odoo.sh hosting, dan akses ke semua update resmi. Untuk bisnis menengah ke atas di Indonesia, Odoo Enterprise umumnya lebih direkomendasikan karena dukungan resmi dan fitur yang jauh lebih lengkap.
Ya, Odoo dapat diintegrasikan dengan marketplace populer di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Blibli melalui konektor third-party yang tersedia di Odoo Apps Store. Integrasi ini memungkinkan sinkronisasi produk, stok, dan pesanan secara otomatis antara marketplace dan sistem Odoo Anda. Sebagai Odoo Partner, Digisolf memiliki pengalaman membantu klien mengintegrasikan Odoo dengan berbagai platform e-commerce di Indonesia.
Odoo ERP dilengkapi dengan modul pajak yang sudah dikonfigurasi untuk kebutuhan Indonesia: PPN 11% (termasuk PPN DPP Nilai Lain), PPh Pasal 21, 22, 23, 25, dan 29, pembuatan Faktur Pajak elektronik (e-Faktur) yang dapat diekspor ke format CSV untuk upload ke aplikasi e-Faktur DJP, serta laporan SPT Masa PPN. Dengan Odoo, proses pelaporan pajak bulanan menjadi jauh lebih efisien dan akurat.
Material Handling Adalah: Pengertian Mendalam dan Ruang Lingkupnya
Material handling adalah serangkaian proses dan aktivitas yang berkaitan dengan pergerakan, perlindungan, penyimpanan, dan pengendalian material atau produk di sepanjang rantai pasokan — mulai dari pengadaan bahan baku, melalui proses manufaktur, hingga distribusi produk jadi ke pelanggan akhir. Lebih dari sekadar memindahkan barang, material handling adalah sistem yang terstruktur yang mencakup metode, peralatan, personel, dan teknologi untuk memastikan material sampai di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam kondisi yang tepat, dengan biaya yang efisien.
Dalam konteks industri modern Indonesia, material handler adalah profesi atau peran yang bertanggung jawab menjalankan aktivitas penanganan material di gudang, pabrik, atau fasilitas distribusi. Seorang material handler bertugas mengoperasikan peralatan material handling, memastikan keselamatan kerja dalam penanganan barang, dan menjaga ketertiban alur material sesuai SOP yang berlaku.
Jenis-Jenis Peralatan Material Handling
Peralatan material handling equipment diklasifikasikan dalam empat kategori utama berdasarkan fungsinya:
1. Transport Equipment (Peralatan Transportasi)
Digunakan untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain:
- Forklift: Alat pengangkat paling umum di gudang, tersedia dalam varian counterbalance, reach truck, dan order picker. Kapasitas angkat mulai 1–10 ton.
- Hand pallet truck: Manual atau elektrisk, digunakan untuk memindahkan palet jarak pendek di dalam gudang.
- Conveyor belt: Sistem pengangkut kontinu untuk volume tinggi, ideal untuk fasilitas distribusi dan manufaktur.
- AGV (Automated Guided Vehicle): Kendaraan otonom tanpa pengemudi yang mengikuti jalur yang telah diprogram, populer di gudang modern.
- Tugger cart / train: Sistem kereta yang menarik beberapa trolley sekaligus, efisien untuk distribusi internal di pabrik besar.
2. Positioning Equipment (Peralatan Penempatan)
Digunakan untuk menempatkan material pada posisi yang tepat untuk operasi berikutnya:
- Lift table / scissor lift: Mengangkat material ke ketinggian yang nyaman untuk operator, mengurangi risiko cedera punggung.
- Turntable: Memutar item ke orientasi yang dibutuhkan tanpa harus diangkat manual.
- Drum handler: Peralatan khusus untuk menangani drum berisi cairan berat secara aman.
- Vacuum lifter: Mengangkat item flat berat (kaca, lembaran metal) menggunakan sistem vakum.
3. Unit Load Formation Equipment (Peralatan Pembentuk Muatan)
Digunakan untuk mengkonsolidasi item individual menjadi satu unit muatan yang lebih mudah ditangani:
- Stretch wrapper / wrapping machine: Membungkus palet dengan plastik stretch film untuk memastikan muatan aman saat transportasi.
- Strapping machine: Mengikat bundle barang dengan tali plastik atau metal.
- Pallet: Media standar pembentuk unit load, tersedia dalam kayu, plastik, atau metal.
- Slip sheet: Alternatif palet tipis dari karton/plastik, menghemat ruang dan berat.
4. Storage Equipment (Peralatan Penyimpanan)
- Selective pallet rack: Rak palet standar paling umum, akses langsung ke setiap palet.
- Drive-in rack: Kepadatan tinggi, forklift masuk ke dalam rak, cocok untuk item homogen.
- Push-back rack: Sistem LIFO, cocok untuk item yang tidak butuh rotasi ketat.
- Flow rack: Sistem FIFO gravitasi, ideal untuk produk perishable atau dengan expiry date.
- Cantilever rack: Untuk penyimpanan item panjang seperti pipa, kayu, profil metal.
- Mezzanine: Lantai tambahan di atas area gudang untuk memaksimalkan kapasitas vertikal.
Prinsip-Prinsip Material Handling yang Efektif
Material Handling Institute (MHI) merumuskan 10 prinsip material handling yang menjadi standar industri global:
| Prinsip | Penjelasan |
|---|---|
| Planning | Rencanakan semua aktivitas material handling dari awal, libatkan semua pihak terkait |
| Standardization | Standarisasi metode, peralatan, dan ukuran container untuk efisiensi maksimal |
| Work Principle | Minimalkan pekerjaan material handling — kurangi jarak, frekuensi, dan jumlah perpindahan |
| Ergonomics | Desain sistem yang aman dan nyaman bagi manusia, kurangi cedera kerja |
| Unit Load | Pindahkan material dalam unit besar (palet, container) untuk mengurangi frekuensi handling |
| Space Utilization | Maksimalkan penggunaan ruang tiga dimensi (panjang × lebar × tinggi) |
| System | Integrasikan semua sistem penanganan sebagai satu sistem terpadu dari supplier ke pelanggan |
| Automation | Otomatisasi operasi berulang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan manusia |
| Environment | Minimalkan dampak lingkungan dan konsumsi energi dalam sistem material handling |
| Life Cycle Cost | Pertimbangkan total biaya siklus hidup peralatan, bukan hanya harga beli awal |
Peran Material Handling dalam WMS dan Operasi Gudang Modern
Sistem manajemen gudang (WMS) modern mengintegrasikan pengelolaan material handling secara digital. Dengan WMS, setiap pergerakan material dicatat dan dioptimalkan secara real-time:
- Directed putaway: WMS mengarahkan forklift atau material handler ke lokasi simpan terbaik untuk setiap item yang diterima.
- Optimasi rute picking: Sistem menghitung jalur terpendek bagi picker, mengurangi jarak tempuh dan waktu handling.
- Integrasi conveyor dan sortasi otomatis: WMS mengontrol sistem conveyor dan sorter untuk mengarahkan paket ke zona yang benar secara otomatis.
- Manajemen kapasitas slotting: WMS membantu menentukan lokasi simpan optimal berdasarkan frekuensi picking (item fast-moving di lokasi mudah dijangkau).
- Tracking real-time: Setiap pergerakan palet atau item oleh material handler dicatat via barcode scan, memberikan visibilitas inventori yang akurat.
Keselamatan Kerja dalam Material Handling
Material handling adalah salah satu aktivitas dengan risiko kecelakaan kerja tertinggi di industri. Standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang harus diterapkan:
- Pelatihan operator: Semua operator forklift dan peralatan berat wajib memiliki SIO (Surat Izin Operator) yang masih berlaku sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020.
- Pemeriksaan rutin peralatan: Pre-shift inspection sebelum forklift digunakan — rem, klakson, lampu, garpu, kapasitas beban.
- Marka dan rambu gudang: Jalur pedestrian, area forklift, batas kecepatan, dan zona bahaya harus ditandai dengan jelas.
- APD yang tepat: Safety shoes, helm, rompi reflektif untuk semua personel di area material handling.
- Kapasitas beban: Jangan pernah melebihi kapasitas angkat maksimum peralatan — tertera di nameplate peralatan.
- Penyimpanan yang aman: Pastikan rak terpasang dengan benar, beban terdistribusi merata, dan tidak ada risiko tumpang tindih.
FAQ: Material Handling
Material handling adalah semua aktivitas yang melibatkan pergerakan, penyimpanan, pengendalian, dan perlindungan material sepanjang supply chain. Pentingnya dalam logistik: biaya material handling berkontribusi 15–70% dari total biaya operasional gudang. Optimasi material handling langsung berdampak pada kecepatan fulfillment order, akurasi pengiriman, dan keselamatan karyawan. Perusahaan yang mengelola material handling dengan baik mampu mengurangi biaya logistik secara signifikan sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.
Material handler adalah posisi yang bertanggung jawab untuk: (1) Memindahkan material atau produk di dalam fasilitas menggunakan peralatan yang sesuai (forklift, hand pallet, dll.), (2) Memastikan material ditempatkan di lokasi yang benar sesuai instruksi WMS atau supervisor, (3) Melakukan penghitungan stok dan pelaporan selisih, (4) Menjaga kebersihan dan kerapian area kerja, (5) Mematuhi prosedur K3 dalam setiap aktivitas, (6) Melakukan pemeriksaan rutin peralatan yang digunakan. Di Indonesia, material handler sering juga disebut "operator gudang" atau "tenaga gudang".
Strategi efektif mengurangi biaya material handling: (1) Optimasi layout gudang — tempatkan item fast-moving dekat area shipping untuk memperpendek jarak picking, (2) Standardisasi unit load — gunakan ukuran palet dan container standar untuk memaksimalkan kapasitas kendaraan dan rak, (3) Implementasi WMS — optimasi rute picking otomatis bisa mengurangi jarak tempuh material handler 25–40%, (4) Pelatihan operator — material handler yang terlatih lebih produktif dan lebih sedikit membuat kesalahan, (5) Preventive maintenance — peralatan yang terawat tidak down mendadak, menjaga produktivitas tetap tinggi.
Optimalkan Material Handling Gudang dengan WMS Odoo
DigiSolf mengimplementasikan WMS berbasis Odoo yang mengintegrasikan pengelolaan material handling, inventory, dan pengiriman dalam satu platform terpadu untuk bisnis Indonesia.